Hubungan Pemprov Kaltim dengan perusahaan asal Jerman, kian membaik dengan adanya perpanjangan kontrak kerja sama kelapa sawit.

Harga CPO alami kenaikan Rp142 per kilogram - ANTARA News Kalimantan Tengah  - Berita Terkini Kalimantan Tengah

Mesin Sawit - Pemerintah Provinsi Timur Kalimantan memperluas kerja sama kelapa sawit dengan perusahaan Jerman hingga 2023.

Kepala Kantor Hubungan Masyarakat Kalimantan Timur dan juru bicara Kalimantan Timur, HM Syafranuddin, mengatakan bahwa kerja sama harus mendukung perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan di distrik Provinsi Kutai, antara pemerintah provinsi. Kalimantan dan pemerintah kabupaten timur dengan Deutsche. Gesellschaft Für International Zusammenarbeit (GIZ) Gmbh.

"Semua bagian kerja sama ini, memulai elemen-elemen Dewan Perkebunan Kalimantan Timur, dari Kantor Perkebunan Kutai Timur dan GIZ di Indonesia telah sepakat untuk melanjutkan pekerjaan", katanya dikutip oleh Public Relations of Eastern Kalimantan, Jumat (8 / 1/2021).

Pria yang akrab disapa Ivan mengatakan dia ada menambahkan adendum dalam perpanjangan kerja sama yang berfokus pada dua kecamatan, yaitu Kabupaten Kongbeng dan Muara Wahau. Kolaborasi ini juga telah dimasukkan dalam program sertifikasi Palm Palm (ISPO dan RSPO) yang tahan lama dengan GIZ di Muara Wahau.

MESIN SAWIT MEDAN               Demand CPO Tiongkok Bisa Turun - Gapki Berharap Hanya Sementara

"Oleh karena itu, hasil kerja sama di Kecamatan Muara Wahau diperpanjang hingga 31 Maret 2023. Yang jelas dari kolaborasi ini telah sepakat untuk menambahkan lawan tambahan di dua kecamatan," A-T -HE menjelaskan.

Sementara itu, kegiatan ini merupakan bentuk pengembangan perkebunan berkelanjutan berdasarkan implementasi konsep ekonomi hijau di timur Kalimantan.

"Karena alasan ini, Kalimantan Timur telah memimpin berbagai inisiatif politik dan inovasi untuk melindungi kawasan hutan dari perambahan lingkungan yang tidak berdasar, salah satunya melalui kerja sama ini," pungkasnya.

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal kelapa sawit dan berbagai mesin produksinya

Malaysia resmi mengajukan komplain ke WTO karena terus diserang Uni Eropa soal kelapa sawit.

Ubah Sawit jadi Solar, Bensin, Avtur. Inilah agenda Katalis Merah Putih!